Rabu, 30 Mei 2012


SIARAN LANGSUNG ISRA’ WAL MI’RAJ DI MASJIDIL AQSHA
 “Maha Suci (Allah), yang telah memperjalankan hamba-Nya (Muhammad) pada malam hari dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsha yang telah Kami berkahi sekelilingnya agar Kami perlihatkan kepadanya sebagian tanda-tanda (kebesaran) Kami. Dia Maha Mendengar, Maha Melihat” (QS. Al-Isra’ : 01)
            Kata Masjidil Haram dan Masjidil Aqsha tentu akan memandu kita  pada peristiwa  isra’ wal mi’raj Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam  hingga mendapat perintah shalat lima waktu langsung dari Allah Subahana wa ta’ala. Masjidil Aqsa sempat pula dijadikan kiblat sebelum akhirnya Allah memerintahkan kembali  menjadikan ka’bah sebagai kiblat, 17 bulan setelah emigrasinya.
Palestina, Darussalam (Yerussalem) kota yang diaggap suci oleh 3 agama sebab di kota inilah terdapat rumah bagi masjidil Aqsha, tempat suci ketiga setelah Ka’bah dan Masjid Nabi di Madinah, Arab Saudi. Di kota ini juga terdapat beberapa tempat suci kaum Kristiani, termasuk gereja Yerusalem dan Gereja Orthodox Yunani. Dan tentunya perseteruan yang tiada kunjung henti terhadap klaim kota suci ini oleh agama islam, kristen ataupun yahudi. Terbukti, Kota tua Yerusalem kini berada di bawah kendali Israel, namun masjidil Aqsha masih tetap berada di bawah administrasi Islam Palestina.
Lalu, bagaimana peringatan isra’ wal mi’raj di kota kota Yerusalem yang notabene dalam kendali Yahudi Israel ?
Pada 14 juli 2011, Saluran televisi TRT yang dijalankan oleh pemerintah Turki menjadi saluran televisi asing pertama yang menyiarkan secara langsung dari Masjidil Aqsha di Yerusalem acara peringatan Isra’ Mi’raj. Siaran langsung TRT dari Masjidil Aqsha pada hari Minggu juga dapat diakses oleh warga muslim yang tinggal di Asia Tengah dan Timur Tengah melalui saluran televisi AVAZ milik TRT dan Kirkuk Turkmeneli milik Irak. TRT juga akan membuat siaran berantai dari Masjid Sultan Eyup di Istanbul.
Adem Ozkan, kepala bidang program religi TRT, mengatakan bahwa siaran itu akan menjadi sebuah produksi bersama beberapa negara seperti Palestina dan Yordania.
Selain itu, Simposium internasional Masjidil Aqsha menyatakan malam Isra’ Mi’raj diperingati sebagai “Hari Masjidil Aqsha”. Simposium ini diselenggarakan di Istanbul tanggal 25 Juli 2011. Para peserta mendesak komunitas internasional untuk menghentikan penggalian yang dilakukan Israel di sekitar Masjidil Aqsha dan penghilangan identitas Islam Al-Quds. Seluruh kaum muslim juga didorong untuk mengunjungi Yerusalem.
Peristiwa Isra’ Mi’raj di Yerussalem ini diperingati setiap tahun dalam sebuah festival kekeluargaan, Malam Isra’ Mi’raj, salah satu even paling penting dalam kalender Islam.(LsNQ)
Reference : www.suaramedia.com

                                                                                                                                      

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar